Hahahahaha...
Saya tertawa ringan
dahulu sejenak
Tak terasa sudah 4
semester telah saya lalui dengan predikat Mahasiswi
Hal yang paling saya
dambakan saat saya masih SMA
Dan sekarang
tercapai
Tetapi tak ada
bedanya karena sekarang pun kuliah menggunakan seragam
Ya, saya kuliah di
Jurusan Keperawatan Gigi
Dan jurusan ini
hanya satu-satunya diwilayah Banten dan Jawa Barat
So special, right?
Semula tak ada
sedikitpun terbersit dalam benak saya akan mengambil kuliah di jurusan
kesehatan seperti sekarang
Saya tipikal yang
teoritis, maka dari itu saya dulu berniat masuk HI, Hukum, atau Sastra.
Awalnya saya concern mengambil soal IPS sewaktu SNMPTN
2011 lalu dengan mengambil jurusan Sastra Inggris dan Ilmu Administrasi Negara
(IAD) di Universitas Negeri di Bandung.
Saya amat ingin
masuk IAD tetapi saya melihat teman-teman saya banyak yang lolos dipilihan dua
dan tiga bukan pilihan pertama
Saya tak mau hal itu
terjadi di saya, maka dari itu saya memilih untuk menaruh jurusan dambaan saya
di nomor dua dan Sastra Inggris hanya jadi pancingan saja
Toh saya di SMA
jurusan IPA lantas mengapa di SNMPTN saya bernyali besar untuk memilih soal IPS
itu bukanlah hal yang mudah
Saya menganggap
jurusan IPA yang keren itu ya kalau tak FK ya FKG tapi itu tak mungkin karena
persoalan klise; biaya
Singkatnya, saya
telah menyusun suatu strategi matang agar saya dapat lolos di IAD
Selanjutnya setelah
saya SNMPTN, seseorang mengajak saya untuk daftar di tempat kuliah saya
sekarang ini
Awalnya saya ragu,
apakah benar saya memilih jurusan kesehatan tetapi saya coba saja
Setelah tes berbagai
tes dilalui, saya lulus di kampus kesehatan itu dan seseorang yang mengajak
saya itu dia tidak lolos
Saya tak enak hati
pada dia
Dan ternyata
strategi saya di SNMPTN gagal, saya malah lolos ke Sastra Inggris yaitu ke
pilihan pertama
Saya kecewa tetapi
saya harus bersyukur karena banyak teman saya yang tak lolos satu jurusan pun
di SNMPTN
Dengan berbagai
pertimbangan di kedua jurusan yang bertolak belakang, akhirnya saya memutuskan
untuk kuliah di Jurusan Keperawatan Gigi (JKG) ini
Tentu hal ini bukan gambling namun ini dengan pertimbangan matang
Yang pertama Sastra
Inggris bukan pilihan saya dan saya menganggap bahwa persoalan bahasa dapat
dipelajari otodidak tanpa harus kuliah 4 tahun
Kedua, karena saya antimainstream dan ingin kuliah kesehatan yang
masih buta untuk saya hadapi
Saya tanggalkan
impian saya untuk menjadi Diplomat, dan seseorang yang hanya bisa teoritis
Saya ingin out of the box menjadi seorang perawat yang
kualifikasinya di praktek
Banyak teman saya
yang sekarang sekelas menyayangkan pilihan saya
Mereka beranggapan
bahwa masuk sini adalah suatu zonk
Tapi tidak untuk
saya
Meskipun saya akui
ini berat karena sudah keluar dari comfort zone
saya dan dihadapkan oleh dosen-dosen yang perfeksionis dan seabreg requirement pasien tetapi saya anggap ini
tantangan hidup
Kalau hidup ingin flat, aman-aman saja maka hidup yang cuma
sekali ini pun akan terasa hambar
Dan saya memilih
untuk menjalaninya dan selalu bersyukur
Karena banyak teman
saya yang ingin meneruskan kuliah tetapi karena satu dan lain hal tak bisa dan
saya disini masih dapat berkuliah
Selanjutnya
paradigma mengenai pendidikan dan kesehatan yang saya pikirkan selama ini ber-manuver
Dan saya telah
pikirkan kedepannya
Ya, kadang sesuatu
yang diinginkan bisa saja meleset dari perkiraan
Tetapi manusia hanya
bisa berusaha dan Tuhanlah yang Maha Menentukan
Manusia tidak tahu
apakah didepannya itu pilihan yang Tuhan beri, maka dari itu manusia senantiasa
bersyukur akan segala nikmat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar