Minggu, 19 Mei 2013

Unpredictable But Basicly


Hahahahaha...
Saya tertawa ringan dahulu sejenak

Tak terasa sudah 4 semester telah saya lalui dengan predikat Mahasiswi
Hal yang paling saya dambakan saat saya masih SMA
Dan sekarang tercapai
Tetapi tak ada bedanya karena sekarang pun kuliah menggunakan seragam
Ya, saya kuliah di Jurusan Keperawatan Gigi
Dan jurusan ini hanya satu-satunya diwilayah Banten dan Jawa Barat
So special, right?

Semula tak ada sedikitpun terbersit dalam benak saya akan mengambil kuliah di jurusan kesehatan seperti sekarang
Saya tipikal yang teoritis, maka dari itu saya dulu berniat masuk HI, Hukum, atau Sastra.

Awalnya saya concern mengambil soal IPS sewaktu SNMPTN 2011 lalu dengan mengambil jurusan Sastra Inggris dan Ilmu Administrasi Negara (IAD) di Universitas Negeri di Bandung.
Saya amat ingin masuk IAD tetapi saya melihat teman-teman saya banyak yang lolos dipilihan dua dan tiga bukan pilihan pertama
Saya tak mau hal itu terjadi di saya, maka dari itu saya memilih untuk menaruh jurusan dambaan saya di nomor dua dan Sastra Inggris hanya jadi pancingan saja
Toh saya di SMA jurusan IPA lantas mengapa di SNMPTN saya bernyali besar untuk memilih soal IPS itu bukanlah hal yang mudah
Saya menganggap jurusan IPA yang keren itu ya kalau tak FK ya FKG tapi itu tak mungkin karena persoalan klise; biaya
Singkatnya, saya telah menyusun suatu strategi matang agar saya dapat lolos di IAD

Selanjutnya setelah saya SNMPTN, seseorang mengajak saya untuk daftar di tempat kuliah saya sekarang ini
Awalnya saya ragu, apakah benar saya memilih jurusan kesehatan tetapi saya coba saja

Setelah tes berbagai tes dilalui, saya lulus di kampus kesehatan itu dan seseorang yang mengajak saya itu dia tidak lolos
Saya tak enak hati pada dia

Dan ternyata strategi saya di SNMPTN gagal, saya malah lolos ke Sastra Inggris yaitu ke pilihan pertama
Saya kecewa tetapi saya harus bersyukur karena banyak teman saya yang tak lolos satu jurusan pun di SNMPTN

Dengan berbagai pertimbangan di kedua jurusan yang bertolak belakang, akhirnya saya memutuskan untuk kuliah di Jurusan Keperawatan Gigi (JKG) ini
Tentu hal ini bukan gambling namun ini dengan pertimbangan matang
Yang pertama Sastra Inggris bukan pilihan saya dan saya menganggap bahwa persoalan bahasa dapat dipelajari otodidak tanpa harus kuliah 4 tahun
Kedua, karena saya antimainstream dan ingin kuliah kesehatan yang masih buta untuk saya hadapi

Saya tanggalkan impian saya untuk menjadi Diplomat, dan seseorang yang hanya bisa teoritis
Saya ingin out of the box menjadi seorang perawat yang kualifikasinya di praktek

Banyak teman saya yang sekarang sekelas menyayangkan pilihan saya
Mereka beranggapan bahwa masuk sini adalah suatu zonk
Tapi tidak untuk saya
Meskipun saya akui ini berat karena sudah keluar dari comfort zone saya dan dihadapkan oleh dosen-dosen yang perfeksionis dan seabreg requirement pasien tetapi saya anggap ini tantangan hidup
Kalau hidup ingin flat, aman-aman saja maka hidup yang cuma sekali ini pun akan terasa hambar
Dan saya memilih untuk menjalaninya dan selalu bersyukur
Karena banyak teman saya yang ingin meneruskan kuliah tetapi karena satu dan lain hal tak bisa dan saya disini masih dapat berkuliah

Selanjutnya paradigma mengenai pendidikan dan kesehatan yang saya pikirkan selama ini ber-manuver
Dan saya telah pikirkan kedepannya

Ya, kadang sesuatu yang diinginkan bisa saja meleset dari perkiraan
Tetapi manusia hanya bisa berusaha dan Tuhanlah yang Maha Menentukan
Manusia tidak tahu apakah didepannya itu pilihan yang Tuhan beri, maka dari itu manusia senantiasa bersyukur akan segala nikmat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

the borderline.

have you ever laughed so loud then after the seconds, you felt sad as if you never laugh before? have you ever cried intensively then once...