Kamis, 13 Mei 2021

the borderline.

have you ever laughed so loud then after the seconds, you felt sad as if you never laugh before?

have you ever cried intensively then once you tried to be relief, you smile like something funny happen tickled your memory?

the adorable fluctuative.

 

the emotion has no border. 

no having borderline.

be able to jump in blink your eyes, be able to shout out to the sky, then abruptly dropped to the bottom of the ground.

 

it's not just about swings, more complicated that explain it simplicity.

the life maybe already cursed me beautifully.

indulging me with unstable emotion.

hugging me with infuriate fondness.

 

how's life? hilarious.

the life mock me madly.

bring that pain, i'm not scare anymore because i be able switch the emotion rapidly despite i feel numb.

i have been fallin' deeply and flyin' highly so your torment doesn't affect me significantly.

 

this border is gray not white or black.

maybe there is no border, it is just my imagination.

can not to cut in a line despite trying to escape.

that's why everything seems blurry, leaving the scars enchanted in my soul prettily.

 

the persona shows off distinguishly.

mesmerizing other's persona without the borderline.

it's the gift which hold your hand gentlely.

be little like coward is not part of the persona.

the borderline faded to be remedy.

 

you gonna be happy.

you gonna be sad.

you gonna be angry.

you gonna be disappointed.

you gonna be tired.

you gonna be overwhelmed.

you gonna feel it just seconds then mix it amazingly.

you don't need the borderline of the emotion.

 

the humble opinion said that it's not romanticized.

it tries to accept what the fate lure on.

the remedy of the broken soul.

Minggu, 14 Maret 2021

Stigmata (dalam 4 babak)

1.
Terompet genderang berbunyi tak ada suara
Aku bukan tuli namun tak ingin dengar
Acapkali berisik itu menggaung minta ku hirau

2. 
Segan ku mulai namun tak bisa ku kendali
Besi karat kini sudah menancap di hati
Lebam biru dengan darah yang tak kunjung henti

3.
Menoleh berat memincingkan mata
Berteriak tapi bukan dengan kata-kata
Mencari sinar di ujung gelap yang tak tahu dimana

4. 
Putar roda gusar bagi sang pendosa
Tersayat luka meski bau amis tanpa rasa
Dipenghujung hari penuh asa bagi si penghunus lara

Sabtu, 13 Maret 2021

Kamu.

Biru dan abu-abu bukanlah warna kesukaanmu.

Namun kini seakan menaungimu.

Mengapa bermuram biru dan berlangitkan abu-abu? 

Apakah itu protagonis yang ingin kau ciptakan?

Seakan jaring hidup pekat merantaimu, menenggelamkanmu jauh ke dasar yang jemu.


Nampak sekilas kamu yang ingin terus berlari.

Lari hingga lelah meski tahu bahwa ini tak ada tepi.

Kamu sekarang jatuh, bukan pada cinta tapi pada semesta yang katamu begitu membencimu.

Sesak peluh berputar pada orbit yang berceracau.

Hingga rasa ini mati tak berasa hanya dera letih ingin berhenti.


Semesta akan selalu membencimu sesuai persepsimu.

Ada malam dimana kamu menyerah, namun kamu belum kalah.

Kamu sudah pernah coba greentea cheese cake?

Jika belum, jangan pernah mencobanya.

Kalau ada malam menyerah lainnya, kalau ada malam biru langit abu-abu lainnya, ingat bahwa kamu belum mencoba greentea cheese cake.

Jadi, bertahan, ya, kamu?

Rabu, 06 Januari 2021

Ingin Jatuh Cinta.

Jika ditanya perasaan paling indah di dunia mungkin salah satu jawaban universalnya adalah perasaan jatuh cinta. Semua terasa berwarna, terasa sejuk, nyaman, dan terkadang membuatmu senyum-senyum sendiri.

Dengan jatuh cinta, kamu bahkan bisa menjadi sangat impulsif padahal biasanya dingin seperti bongkahan es. 

Dengan jatuh cinta, kamu bisa menganggap adegan percintaan di drama atau film yang biasanya klise menjadi sesuatu yang menyenangkan jika itu terjadi padamu.

Dengan jatuh cinta, kamu bisa merasakan bahwa merindu adalah fase membahagiakan dan membuat orang yang kamu cintai itu bahagia adalah fase yang amat sangat teramat membahagiakan.

Sungguh sepertinya menyenangkan, bukan?

Aku ingin merasakannya (lagi).

Jujur, iya.

Aku ingin merasakan jatuh cinta dengan penuh romantisme sehingga aku akan rajin mengutip penggalan novel Shakespeare sebagai ucapan selamat pagi padanya.

Aku pun ingin memeluknya dengan doa yang aku lantunkan di tengah malam agar dia senantiasa diberikan kebahagiaan.

Aku juga ingin merindukannya hingga mungkin suatu saat akan bertemu kembali dan melepas kerinduan itu dengan bersua penuh kasih dan sayang.

Suasana dan perasaan itu sangat menyenangkan, bukan?

Jika rasa jantungku berdetak lebih cepat, itu bukan karena serangan panikku datang, tetapi karena aku merindunya begitu sangat, memikirkan baju apa yang harus aku kenakan saat bertemunya, obrolan apa yang harus aku buka untuk mulai berbicara padanya, dan kencan seperti apa yang akan aku habiskan seharian dengannya.

Jika rasa nafasku mulai terasa sesak, itu bukan karena gangguan kecemasanku datang, tetapi karena aku merindunya begitu sangat. Membayangkan betapa hangat dekapannya, betapa lembut tangannya menggenggam jemariku, betapa sejuk tatapannya saat melihatku, membuatku menggila ingin segera bertemu dengannya.

Jika rasa kepalaku mau meledak, itu bukan karena stress dan depresi menguasai pikiranku, tetapi karena aku memikirkannya begitu dalam. Aku ingin bersamanya setiap saat. Memikirkan ketika begitu lelah diterpa persoalan duniawi lalu berakhir dengan kenyamanan menceritakan ini itu kepadanya sembari meminum teh hangat, menonton series semalaman dengannya, hingga membuka mata pertama di pagi hari adalah dengan melihat dirinya. Sungguh domestik.

Sebegitukuatnya perasaan cinta hingga bisa mendobrak ketidaknyaman, kesakitan, dan keputusasaan menjadi rasa rindu dan candu.

Jangan, jangan dulu berpikir tentang sisi nestapa dari jatuh cinta.

Ya, aku tahu itu.

Tapi setidaknya biarkan hal-hal yang indah itu saja yang datang sebagai distraksi dari segala macam sesak dan desak ini.

Like you ever feel your stomach is full of butterflies. 

You smile like an idiot but totally fine.

Unexpected things happen in your bored life so your life is like ridin' rollercoaster.

When you love someone.

Aku harus bagaimana agar aku merasakan itu (lagi)? Aku ingin pikiranku berpusat hanya padanya hingga ku tak ada waktu memikirkan rasa cemas, takut, dan depresiku yang tak kunjung usai. Aku ingin jatuh cinta.

Can love be as healing or maybe dragging me into another hurt, pain, and depression story? I don't know because life is gambling. 

Mungkin bisa penyembuh dan penyelamat atau malah semakin menjatuhkanku ke dasar jurang. Hanya saja sekarang aku ingin jatuh cinta dan memikirkan yang indah-indah saja dulu. Ya, nanti ketika saat rasa itu datang atau mungkin sebenarnya sudah, tinggal merubahnya menjadi mutual.



the borderline.

have you ever laughed so loud then after the seconds, you felt sad as if you never laugh before? have you ever cried intensively then once...