Rabu, 06 Januari 2021

Ingin Jatuh Cinta.

Jika ditanya perasaan paling indah di dunia mungkin salah satu jawaban universalnya adalah perasaan jatuh cinta. Semua terasa berwarna, terasa sejuk, nyaman, dan terkadang membuatmu senyum-senyum sendiri.

Dengan jatuh cinta, kamu bahkan bisa menjadi sangat impulsif padahal biasanya dingin seperti bongkahan es. 

Dengan jatuh cinta, kamu bisa menganggap adegan percintaan di drama atau film yang biasanya klise menjadi sesuatu yang menyenangkan jika itu terjadi padamu.

Dengan jatuh cinta, kamu bisa merasakan bahwa merindu adalah fase membahagiakan dan membuat orang yang kamu cintai itu bahagia adalah fase yang amat sangat teramat membahagiakan.

Sungguh sepertinya menyenangkan, bukan?

Aku ingin merasakannya (lagi).

Jujur, iya.

Aku ingin merasakan jatuh cinta dengan penuh romantisme sehingga aku akan rajin mengutip penggalan novel Shakespeare sebagai ucapan selamat pagi padanya.

Aku pun ingin memeluknya dengan doa yang aku lantunkan di tengah malam agar dia senantiasa diberikan kebahagiaan.

Aku juga ingin merindukannya hingga mungkin suatu saat akan bertemu kembali dan melepas kerinduan itu dengan bersua penuh kasih dan sayang.

Suasana dan perasaan itu sangat menyenangkan, bukan?

Jika rasa jantungku berdetak lebih cepat, itu bukan karena serangan panikku datang, tetapi karena aku merindunya begitu sangat, memikirkan baju apa yang harus aku kenakan saat bertemunya, obrolan apa yang harus aku buka untuk mulai berbicara padanya, dan kencan seperti apa yang akan aku habiskan seharian dengannya.

Jika rasa nafasku mulai terasa sesak, itu bukan karena gangguan kecemasanku datang, tetapi karena aku merindunya begitu sangat. Membayangkan betapa hangat dekapannya, betapa lembut tangannya menggenggam jemariku, betapa sejuk tatapannya saat melihatku, membuatku menggila ingin segera bertemu dengannya.

Jika rasa kepalaku mau meledak, itu bukan karena stress dan depresi menguasai pikiranku, tetapi karena aku memikirkannya begitu dalam. Aku ingin bersamanya setiap saat. Memikirkan ketika begitu lelah diterpa persoalan duniawi lalu berakhir dengan kenyamanan menceritakan ini itu kepadanya sembari meminum teh hangat, menonton series semalaman dengannya, hingga membuka mata pertama di pagi hari adalah dengan melihat dirinya. Sungguh domestik.

Sebegitukuatnya perasaan cinta hingga bisa mendobrak ketidaknyaman, kesakitan, dan keputusasaan menjadi rasa rindu dan candu.

Jangan, jangan dulu berpikir tentang sisi nestapa dari jatuh cinta.

Ya, aku tahu itu.

Tapi setidaknya biarkan hal-hal yang indah itu saja yang datang sebagai distraksi dari segala macam sesak dan desak ini.

Like you ever feel your stomach is full of butterflies. 

You smile like an idiot but totally fine.

Unexpected things happen in your bored life so your life is like ridin' rollercoaster.

When you love someone.

Aku harus bagaimana agar aku merasakan itu (lagi)? Aku ingin pikiranku berpusat hanya padanya hingga ku tak ada waktu memikirkan rasa cemas, takut, dan depresiku yang tak kunjung usai. Aku ingin jatuh cinta.

Can love be as healing or maybe dragging me into another hurt, pain, and depression story? I don't know because life is gambling. 

Mungkin bisa penyembuh dan penyelamat atau malah semakin menjatuhkanku ke dasar jurang. Hanya saja sekarang aku ingin jatuh cinta dan memikirkan yang indah-indah saja dulu. Ya, nanti ketika saat rasa itu datang atau mungkin sebenarnya sudah, tinggal merubahnya menjadi mutual.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

the borderline.

have you ever laughed so loud then after the seconds, you felt sad as if you never laugh before? have you ever cried intensively then once...