"Don’t be afraid, it's okay if you fall down
When you feel down, you can take a rest for a
while"
Aku menghela nafas
panjang ketika penggalan dari lirik lagu itu terdengar di telingaku
Lagu itu berjudul
"Compass", akhir-akhir ini mendengarkan lagu tersebut setiap saat
Mungkin aku sedikit
kehilangan "arah" sehingga aku butuh kompas untuk mengingatkan akan
jalan yang sedang dan akan ku lalui, tetapi daripada ku sebut kehilangan arah,
bisa saja sebenarnya arahnya sudah sesuai (dari konteks jalan yang ku pilih),
namun ku memilih untuk diam dahulu, tidak bergerak baik ke kanan atau ke kiri,
ke depan atau malah ke belakang, ya.. Ku hanya diam, ingin diam dulu.
Anggap saja diam ini
sebagai istirahat dari tekanan yang selama ini dibuat oleh diri sendiri meski
jelas faktor dari luar lebih sangat mendalam, tetapi aku membiarkannya menusuk
dan melukaiku hingga sakit sesakit-sakitnya
Entah darimana ku
mendapatkan kalimat ini, tapi aku ingat ungkapannya, "Tak ada yang bisa
melukaimu, kecuali dirimu sendiri." Ya.. Ku rasa itu benar adanya, meski
terkadang malah ingin menjadi korban atas segala derita ini dan menyalahkan
orang lain atau bahkan Tuhan atas kenestapaan ini.
That's human basic, well.
Mengapa ku setuju
akan kalimat itu, karena jika kita tidak menganggap itu sebagai luka maka hal
itu tidak akan berdampak pada diri kita.
Rasa sedih, kecewa,
atau marah sekalipun adalah hal yang kita izinkan datang untuk dirasakan,
adapun orang lain atau situasi hanya perantara saja.
Jika kita menganggap
hal itu biasa saja, ya tak akan menjadi kesedihan.
Jika kita
menoleransi hal itu, ya tak akan kecewa.
As simple as like that, but not .. HAHA
Karena itu, kita
perlu orang lain, situasi, keadaan, atau bahkan Tuhan untuk kita jadikan
"dalang" dari segala rasa ini.
"Duh..
Gara-gara dia, ku jadi menderita."
"Kenapa aku
harus berada di situasi ini, sungguh membuatku marah!!"
Ya jelas dong, harus
ada yang disalahkan, mana mau menyalahkan diri sendiri, ada ego dan pride yang mendominasi atau titik level
paling tinggi ya jelas dengan menyalahkan Tuhan.
"Kenapa aku
harus berada di posisi ini, Tuhan?"
"Kenapa ku di
dera luka dan sakit, mengapa tak kau beri kebahagiaan, Tuhan?"
Mau buat versi
bahagianya? Ah tak perlu, manusia jika bahagia tak perlu menyalahkan siapapun,
tetapi berterimakasih dan bersyukur (biasanya).
Jadi apa yang
terjadi padaku tepatnya hari ini?
Ya, aku sangat lelah
bahkan saking lelahnya ku hanya berdiam diri sembari memegang kompas yang
sebenarnya bisa menunjukkanku ke arah yang ku tuju, namun ku memilih diam dan
mulai menangis.
Seharian ini yang ku
lakukan hanyalah menangis, sejadinya, sekerasnya namun ku redam suaranya dengan
bantal agar tidak membuat orang-orang di sekitarku bertanya-tanya dan malah
membuatku jadi pusat perhatian.
Lantas mengapa ku
menangis?
Karena aku sendiri
yang membiarkan diriku terluka, aku membiarkan diriku sedih, nestapa,
menderita, atau segala kata yang bisa mendeskripsikan kesakitan yang luar
biasa.
Apakah aku ingin
menyalahkan orang lain atas apa yang terjadi padaku ini?
Secara naluriah, ya
jelas saja iya, aku akan menyalahkan orang lain, mengutuknya, memarahinya,
serta meminta penjelasan Tuhan mengapa ku mesti lahir ke dunia jika hanya
derita yang ku punya.
Tetapi ku memilih
untuk tidak melakukannya, setidaknya sekarang hm.. Mungkin.
Aku tidak baik-baik
saja sekarang, aku mengakuinya
Namun
ketidakbaik-baiknya aku ini, tak akan aku salahkan siapapun akan hal itu
Biarlah, ya, aku
ingin melepaskan segala rasa sakit itu dengan menangis sepuasnya hari ini
Entah kapan akan
redanya tapi aku berharap tidak akan lama
Setiap pagi aku akan
mengingat sebelum memulai aktivitas untuk "melepaskan" rasa sakit ini
Hari demi hari, aku
ingat untuk "melepaskan"-nya, pelan-pelan saja
Disini aku tidak
mencoba untuk sok bijak, hanya aku ingin mengarahkan energiku (yang terbatas
ini) untuk hal lain seperti mulai lagi bergerak meski perlahan ya tak apa yang
penting ku bisa bergerak, sambil sesekali istirahat
Tak apa-apa, toh aku
tidak sedang berlomba-lomba dengan siapapun, ku hanya berlomba dengan waktu
kematianku yang tak pernah ku tahu, setidaknya ku melakukan sesuatu hal yang
berguna dan sedikit demi sedikit melepaskan sakit itu
Semoga lekas
membaik, ya :")