Rabu, 28 Mei 2014

Balada mengabdi didesa, derita si anak hedon

"Aduh..,kangen makan fried chicken, pizza, donat, ramen, nonton, dan lain-lain, biasanya setiap hari, sekarang hampir seminggu nggak nyicip enaknya hangout."

Damn!! That was felt by almost everybody and me!
Baru 11 hari menjalani rutinitas yang bernama Praktek Kerja Lapangan (PKL) di salah satu desa yang dekat dengan kaki gunung.
Dinginnya menusuk tulang, bahkan saat menyikat gigi, si gigi sensitif saling beradu menahan dingin.
Tinggal di rumah orang dengan wilayah yang hampir sama dengan rumah sendiri, serasa feels like home banget, tapi bedanya jika dirumah, airnya tidak sedingin ini.
PKL atau bahasa kerennya mengabdi di masyarakat merupakan sarana wajib militer bagi mereka yang ingin mendapatkan toga di tahun ini. Mau ngga mau, suka ngga suka, harus dijalani.

Hampir mau 3 tahun tinggal sendiri di kota besar nan penuh kehedonan membuat saya terlena akan enaknya hidup sendiri. Makan makanan cepat saji, nonton bioskop, mall, dan kenikmatan duniawi, hidup bebas hanya kuliah dan bagaimana mewujudkan mimpi menjadi seorang tenaga kesehatan, membuat saya merasa terbuai. Pulang kerumah hanya sesekali. Karna kegiatan kampus dan luar kampus yang bejibun memutuskan untuk stay di kota penuh distro itu.

Dan sekarang dihadapkan pada kenyataan jauh dari segala hal kemewahan dan serba instan ala kota. Hidup dengan bahasa lokal, keramahan warga, dituntut kerjasama antar anggota kelompok, membuat saya kewalahan dengan sifat individualistik saya yang sangat kental. Tapi bukan saya namanya jika tidak bisa improvisasi.

Anggap ini latihan. Latihan mengabdikan ilmu, istilah bersusah dahulu bersenang kemudian sangat kentara pada PKL kali ini.
Jauh dari orang tua, bagi anak kosan kayak saya, sudah biasa. Kangen ya tinggal mendoakan saja agar semuanya baik-baik saja. Tak perlu merengek dan mengeluh dan men-share hal negatif yang bisa membuat orang lain ikutan berkeluh kesah juga.
Karna semua ini adalah sarana memupuk kedewasaan, dan benar- benar mengamalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat.

the borderline.

have you ever laughed so loud then after the seconds, you felt sad as if you never laugh before? have you ever cried intensively then once...