Rabu, 22 Mei 2013

Refleksi Kajian Hati

Suatu hari ayahnya menghadiahinya sebuah cermin.
Panjangnya sekitar 80cm dengan lebar yang entah berapa krna tak dapat dikira-kira!
Sederhana
Hanya cermin datar tanpa hiasan apapun

Ia lihat parasnya dicermin
Tampak layu dan penuh kejenuhan
Jenuh akan keterbatasan dirinya yang belum jadi apa-apa
Belum bisa apa-apa

Satu hati terpantulkan
Rasa yg pnuh obsesi
Semangat
Serta efisiensi pikiran yang matang
Dan satu hati lg terefleksikan
Suram
Gurat-gurat lelah menghiasi stiap lengkung matanya
Serta keputusasaan!
Pandangannya semakin dalam.dalam..dan dalam..
Ayah memberikannya cermin bukan untuk menangisi keterpurukan dan bukan untuk menggelorakan sebuah ambisi
Tapi untuk satu hal yaitu mengkaji hati dari balik sinar mata yang kadang redup dan kadang bersinar itu..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

the borderline.

have you ever laughed so loud then after the seconds, you felt sad as if you never laugh before? have you ever cried intensively then once...