Bermula dari sebuah
konsep sederhana, dimana setiap mengikuti seminar tak pernah ada SKP dari
organisasi profesi sendiri yaitu PPGI
Terbersitlah
keinginan untuk mengadakan seminar dikampus sendiri
Tentu ini bukanlah
hal mudah dan setelah tercetus ide pada awal tahun kemarin namun karena
terdapat serangan virus Ebola yang merusak sistem pada tubuh sendiri, akhirnya
ide ini vakum selama 3bulan
Awal tahun, awal
periode, datanglah keberanian untuk memunculkan ide ini lagi ke khalayak
Berharap bahwa
konsep ini tidak hanya bersemayam dalam memori tetapi terbentuk dalam sebuah
implementasi nyata
Proses pertama
dimulai saat ditunjuk dan mengajukan diri sebagai Ketua Pelaksana
Ini bukan hal
main-main, karena telah memperhitungkan segala macam pertimbangan dan kesiapan
baik mental maupun fisik
Dan saya
menyanggupinya
Selanjutnya
menentukan seksi-seksi disetiap slot, butuh pemikiran yang ekstra
Saya akui ada
beberapa teman saya yang sudah "langganan" menjabat sebagai seksi
itu, saya tempatkan pada seksi tersebut
Mengapa? Alasannya
sederhana, karena ini acara besar, acara perdana dan memang dibutuhkan
orang-orang yang expert didalamnya
Sebuah pepatah dari
orang sahabat yang masih saya ingat yaitu "Seorang pemimpin adalah
seseorang yang mengetahui kemampuan anak buahnya"
Perencanaan awal
wajar jika terbentur beberapa hal, apalagi saat saya mengutarakan konsep saya
didepan panitia
Banyak berpendapat
ini itu, tapi semuanya saya filter
karena semuanya harus saya pikirkan ulang
Dan dengan segenap
pergolakan yang alot akhirnya proposal selesai (tanpa anggaran biaya - baru
perencanaan)
Pergolakan dari
tubuh sendiri pun terjadi, entah apakah saya yang terlalu sistematis, idealis
dan perfeksionis?
Tetapi jujur, saya
sudah menekan as posible as I can untuk
acara ini
Banyak kicauan yang
menyeru bahwa acara yang hanya digarap 2bulan ini tak akan berhasil
Mulai dari pihak
institusi hingga tubuh sendiri
Tapi saya harus
yakin dan saya harus meyakinkan yang lain bahwa ini bukan hanya sekedar tulisan
dikertas meja kerja, bukan sekedar diam dan mengambang diatas otak
Sulit, namun sulit
hanyalah masalah waktu
Gejolak mendalam dan
menyayat sukma saya pun tiba saat virus influenza tingkat tinggi menyerang
tubuh
Berbagai kendala
'eh' masalah yang mengapa harus didetik-detik klimaks perjuangan
Saya pun tak kuasa
menghadapinya, merasa bahwa beban ini berada dikepala dan pundak saya sendiri
Kemana harus mengadu
dan berkeluh kesah?
Kegelapan
menertawakan saya, dia berkata "Khayalanmu akan terang, akan tetap sebuah
imajinasi!"
Saya sempat gentar,
saya down tetapi ini tak boleh
berlangsung lama
Dunia tak mau
menunggu saya untuk terpuruk, and show must go
on
Suatu kalimat
penyemangat pun terngiang dalam ingatan
"Daripada kau
sibuk mengutuk kegelapan, lebih baik kau menyalakan lilin untuk menghadirkan
terang"
Permainan Bounce yang saya sangat gemari saat saya SMP
mengingatkan akan satu hal bahwa saya harus seperti bola dalam permainan Bounce tersebut
Saat ada tantangan
yang memukul keras saya untuk jatuh maka seketika itu saya akan terpantul jauh
melewati angkasa
Jadi disaat saya down disaat itu pula saya harus up
Proses ini sungguh
saya nikmati, indah :)
H-1
Saya senang dan
bahagia melihat sebentar lagi tinggal hitungan jam, catatan-catatan kecil saya
dan coretan-coretan yang berasal dari pemikiran teman saya akan segera dihadirkan
Melihat semuanya
berjibaku dengan segala pekerjaan yang tidak mudah, inisiatif dan senantiasa
bergegas membuat saya yang diawal-awal push
over limit, kini harus menghargai sesuatu yang bernama
"pengorganisasian"
Ya, idealis saya
tetap pada kadar yang sama tetapi saya mengkombinasikan dengan teori
"Hukum Kekekalan Energi" dimana energi tidak dapat diciptakan dan
dimusnahkan, namun dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain,
begitupun dengan keidealisan saya
Saya bukanlah
pemimpin yang baik, tetapi saya mencoba untuk selalu memberikan yang terbaik
Karena hidup ini
untuk melayani
Visioner, Konsisten,
dan selalu Semangat merupakan bukti nyata dari harga mati suatu Totalitas dan
Loyalitas
Semua terbayar lunas
saat kesuksesan yang begitu sederhana terpantulkan dalam pupil mata
Saya lelah tetapi
saya bahagia
Terimakasih kepada
segenap kawan sekaligus panitia
Kalian luar
biasaaaaa
Saya harap ini bukan
acara euforia sesaat tetapi menjadi agenda tahunan
Imposible is Nothing
Eureka!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar