Kamis, 16 Mei 2013

Getar, Getir


Kegelimangan noda menutupi segala pusaran kehidupan
Menapaki kemunafikan dan kecemburuan dari khalayak dengan candaan kelu
Gaungan nurani menyeruak mengangkasa langit hijau
Segmen-segmen disetiap kehidupan mengisi relung

Peri-peri langit turun kebumi menebar bibit dengan kerlap-kerlip
Indah, kala senja datang menyertai
Tak dinyana bahwasanya mata senantiasa menanti
Pengakuan langit akan hadirnya insan

Pandangan lurus sembari menerawang
Diperhatikan awan di langit hujan yang enggan berceloteh
Angkuhnya sukma menutupi kegamangan jiwa
Berpoles pada kepalsuan yang berganti menjadi kenyataan

Senandung mengalun perlahan hingga berbisik
Disertai kicauan yang menemati sedu sedan ini
Getaran ini sungguh getir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

the borderline.

have you ever laughed so loud then after the seconds, you felt sad as if you never laugh before? have you ever cried intensively then once...