Kegelimangan noda
menutupi segala pusaran kehidupan
Menapaki kemunafikan
dan kecemburuan dari khalayak dengan candaan kelu
Gaungan nurani
menyeruak mengangkasa langit hijau
Segmen-segmen
disetiap kehidupan mengisi relung
Peri-peri langit
turun kebumi menebar bibit dengan kerlap-kerlip
Indah, kala senja
datang menyertai
Tak dinyana
bahwasanya mata senantiasa menanti
Pengakuan langit
akan hadirnya insan
Pandangan lurus
sembari menerawang
Diperhatikan awan di
langit hujan yang enggan berceloteh
Angkuhnya sukma
menutupi kegamangan jiwa
Berpoles pada
kepalsuan yang berganti menjadi kenyataan
Senandung mengalun
perlahan hingga berbisik
Disertai kicauan
yang menemati sedu sedan ini
Getaran ini sungguh
getir
Tidak ada komentar:
Posting Komentar