Bulan 9 tahun 2019
Sudah hampir 8 bulan
lamanya tidak lagi menuliskan sesuatu disini
Mungkin masih
menulis namun beberapa hanya tersimpan rapi didalam draft, tanpa tahu kapan akan diunggah
Atau mungkin saja
tidak ditulis, hanya terdiam dalam pikiran yang kemudian dibiarkan menguap
begitu saja.
Ya, begitulah
mungkin aku di tahun ini
Serasa begitu lelah
akan banyak hal tetapi tidak melakukan apa-apa
Seperti kehilangan
minat dan ketertarikan akan apapun
Hidup segan mati tak mau
Seperti itulah
penggambaranku saat ini
Dan kini aku sangat
rindu, tengah merindu
Dia, ya, dia..
Seseorang yang
begitu gigih dan tekun akan mimpinya
Bahkan dia begitu
rajin menuliskan apa yang akan dia lakukan setiap harinya di buku catatan
Dia tidak ingin
membiarkan sehari dalam hidupnya dihabiskan untuk tidak produktif
Dia rajin ke toko
buku, membeli beberapa alat tulis dan buku catatan, bahkan dia menuliskan
jadwal belajar setiap harinya, lengkap dengan jam dan durasi
Padahal dia telah
lulus kuliah, yang mungkin kebanyakan orang memilih untuk fokus untuk bekerja
dan menghasilkan uang ketimbang harus belajar kembali
Namun tidak
dengannya, dia membuat daftar belajar bahasa yang sedang ingin dia kuasai,
salah satunya sebagai modal dia untuk melanjutkan mimpinya, ya mimpi untuk bisa
melanjutkan studi ke luar negeri
Selain itu, dia pun
menuliskan jadwal belajar tentang program studi yang akan digeluti untuk
studinya nanti, katanya sebagai persiapan sehingga jika nanti dia telah menjadi
mahasiswa sana, dia sudah siap dengan segalanya.
Sebegitu ambisius
dan visionernya dia.
Dia pun membuat
target untuk 1 bulan 1 buku, dia harus membaca setidaknya minimal 1 buku setiap
bulannya, entah itu buku apa, bisa novel, biografi, motivasi, atau yang lainnya
Selain itu terdapat
target 1 minggu 1 jurnal, dia ingin membaca lalu menafsirkan dan mempelajari
jurnal penelitian karena salah satu passion-nya
yaitu di bidang penelitian.
Namun kini dia telah
pergi, atau tepatnya dia tertidur.
Dia adalah seseorang
yang kini sangat kurindukan
Ayo bangun, dimana
kamu sekarang?!
Tidakkah dia melihat
bahwa jadwal yang dia tulis itu kini hanya sekedar tempelan di tembok?
Tidakkah dia melihat
bahwa alat-alat tulis yang dia siapkan itu kini hanya tersimpan di laci?
Buku catatan itu pun
hanya kosong tanpa isi
Buku-buku tebal
hanya bertumpuk tinggi di meja tanpa ada yang menyentuh
Ayo bangun, ayo
lakukan lagi!
Sudah cukup
tertidurnya, jangan diam saja!
Asa ini harus
dikobarkan kembali
Perlu untuk
dibangkitkan kembali
Hm, aku sungguh
merindukannya
Tanpanya, aku hanya
sebuah tubuh yang ringkih dan sakit
Tanpanya, aku hanya
hidup dan berjalan tak ada tujuan
Tanpanya, aku hanya
menunggu hingga waktu habis dan terbuang percuma
Aku sungguh butuh
dia, sangat butuh dia
Mungkin dia memilih
tidur atau bisa saja lari dariku karena dia telah muak
Muak akan aku yang
sebegitu mudahnya menyerah
Dia marah padaku
yang telah berani berkata, "ah sudahlah, waktu kita terbatas, kita tak
akan bisa meraihnya, menggapainya, lebih baik jalani saja yang ada!"
Dia berjalan mundur
hingga lama-lama lenyap dari pandanganku
Seandainya dia tahu
bahwa aku memutuskan menyerah bukan karena aku tak ingin lagi bersamanya dalam
meraih mimpi itu, namun karena aku tahu bahwa segala hal yang diupayakan ini
hanya akan berakhir dengan luka dan kepahitan, dan malah justru semakin melukainya,
karena dia yang paling bersemangat atas semua ini
Dan memang iya, dia
sangat terluka, hingga bahkan tak mau lagi melihatku yang kini sudah semakin
tak berdaya
Yang bisa kulakukan
adalah merindukannya, merindukan saat kita berdua sama-sama berpeluh letih
namun tersenyum saat satu-satu tahap menuju mimpi itu semakin nyata
Itu sangat indah dan
membahagiakan
Aku tak tahu apakah
momen itu dapat terulang kembali
Apakah dia mungkin
akan kembali lagi
Entah untuk
melanjutkan mimpi ini, atau sekedar untuk menemaniku kembali
Namun apapun itu,
aku akan selalu menunggunya
Menunggu dia kembali
dengan segala kompleksitasnya
Yang terkadang
membuatku lelah dan keteteran mengikutinya, namun asal itu dilakukan bersama,
sungguh semuanya terasa ringan dan tentu membahagiakan.
Ya, aku masih disini
dan tak akan kemana-mana
Menunggunya datang
dengan senyumnya dan matanya yang penuh dengan semangat
Kompleksitasnya yang
memenuhi pikiranku kembali
Terakhir,
Aku rindu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar