Kamis, 30 Maret 2017

Hitamku

Ada yang salahkah dari penglihatanku ini?
Ku menutup rapat mataku, lalu ku membukanya kembali
Tetap saja, tak berubah
Ini ada kesalahan dari mataku!
Ini jelas kesalahan!
Bagaimana lautan yang biru kini menghitam pekat?
Tanganku mencoba merasakan airnya
Dingin sekali
Ombaknya begitu besar, seakan ingin memakanku hidup-hidup

"Lakukanlah!!" Teriakku.
Jika ingin membawaku bersamamu, lakukanlah!
Ku menoleh kebelakang
Disana terlihat barisan orang-orang memandang tajam kearahku
Mereka menertawaiku. Meneriakkanku seorang pecundang. Pembual
Merekalah yang mendorongku di tepi lautan yang hitam pekat
"Tanpa perlu kalian dorong, aku memang ingin melakukannya. Ya, terimakasih!"
Ucapku pada barisan orang-orang itu.
Mereka manusia tanpa wajah dan lidahnya panjang menjilati kotoran mereka sendiri
Aku terlalu berharga bersama mereka
Lebih baik aku hanyut ditelan ombak daripada harus menjadi bagian dari mereka
Picik!
Munafik!
Mereka meneriakku seperti itu.
Hah, tak salah dengar?
"KALIAN YANG MUNAFIK DAN PICIK!!"

AKU INGIN MATI SAJA!!!!!
Itu artinya kamu kalah dari mereka. Usik batinku.
Tak ada tempat bagiku.
Ku tak diterima dimanapun.
Ku tak bisa menjadikan mereka menerimaku.
Ku tak bisa menjadi nyaman dengan ini semua.
Lihat, Lihat, ku melukai tubuh dan jiwaku sendiri karena menelan kemunafikan mereka.
Aku tak sanggup hidup berpura tersenyum pada apa yang tak sesuai dengan jalanku.
Aku hitam. Pekat.
Tak ada sinar yang mau menerangiku.
Aku berduka.
Duka yang teramat panjang.
Mungkin memang selamanya ku akan berduka.

Ini jalanku.
Ini pilihanku.
Aaarrrgggghhh..mereka terus menertawaiku, aku menutup telingaku.
Aku meneruskan langkahku.
Rasa dingin lautan merasuk masuk ketelapak kakiku
Semakin lama membasahi kaki, lutut, hingga tak terasa kini airnya sudah sampai dada
Sesak.
Dingin sekali merasuk dadaku.
Ku tak mau menoleh ke belakang.
Ku tak mau melihat manusia-manusia tanpa wajah itu
Air sudah sampai leherku.
Sebentar lagi.
Sebentar lagi aku akan bertemu keabadian.
Mungkin disana tak akan lebih indah.
Malah mungkin akan didera siksa atas pelanggaran hidup sesuka yang ku lakukan dulu
Lagi-lagi ini jalanku

Kini air telah memenuhi seluruh tubuhku
Kakiku sudah tidak lagi berpijak
Ku tak memberontak
Ku terhenti nafas
Ku mencoba membuka mata
Tak ada yang bisa ku lihat
Sesak
Semakin sesak dan sakit
Rasanya perutku telah dipenuhi air hitam pekat itu
Ya, ini tempatku

Akhirnya ini kegelapan yang abadi
Ku lelah, saatnya beristirahat panjang
Ini sakit, tapi mengapa begitu menenangkan
Begitu nyaman, sakit ternyaman yang pernah kurasa

Dari segaris mataku yang terpejam, ku melihat cahaya
Cahaya semakin lama semakin memenuhi pelupuk mataku
Ku membuka mata perlahan
Apa ini tempat yang diinginkan setiap orang itu?
Ah..tidak mungkin secepat ini
Dan aku pun tak pantas berada disana
Tapi ini sungguh terang sekali
Lalu ku rasa,
Ya, aku merasakan sesuatu
Sesuatu yang menarik tanganku
Tetapi ku tak bisa bergerak
Ku tak memiliki tenaga untuk menolak tarikan itu
Ku terbawa entah kemana
Apakah ku telah dijemput oleh malaikat maut
Ya, mungkin saja dia

Gelap.
Gelap.
Dan saatku membuka mata, aku berada di pesisir pantai
Apa ini?
Apa?
Ku seperti orang kebingungan.
Lautan yang ku lihat masih hitam pekat
Samar ku lihat punggung seseorang
Apa dia yang telah menarikku ke daratan?
Ku terduduk, "Hei…!! Mengapa kau melakukan ini?"
Dia tetap berjalan menjauhiku.
"Hei..!" Ingin rasanya ku berdiri dan mengejarnya, tetapi dada ini masih sakit.
"Hei..!"
"Hei..!" Ku terbatuk, suara semakin parau.
Dia masih terus berjalan menjauhiku
Aku lemas dan terkulai diatas pasir pantai.

AAAAAAAA….!!
Aku kesal seketika.
AAAAAAAA….!!
"Selamat berduka, jalani dan jangan bertindak seperti pengecut!"
Hah?? Aku kaget, suara siapa itu?
Aku terduduk namun tak ada siapa-siapa
Punggung itu pun kini sudah tak terlihat
Apa ini?
Apa semua ini?
Apa memang ku dihukum untuk mejalani kedukaan ini.
Terbaring abadi dalam hitamku, diantara sinar imaji?
Entahlah..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

the borderline.

have you ever laughed so loud then after the seconds, you felt sad as if you never laugh before? have you ever cried intensively then once...