Senin, 16 Juni 2014

Awan dan Bumi Pada Manusia

Manusia terlahir dari peradaban Tuhan Yang Maha Agung
Terlintas dalam setiap kebajikan dan modifikasi dari prasangka
Melangkah bak butiran mutiara dalam cangkang dan terdiam laksana burung yang hinggap di dahan yang rindang

Manusia dimetaforakan sebuah mahluk yang tak pernah bisa sendiri
Desain Tuhan yang sungguh kompleks pada diri manusia membuat manusia terkesan paling agung diantara mahluk lainnya

Manusia hidup dibawah hamparan awan dan diatas pijakan bumi
Membawa manusia dalam alur kehidupan atas prakarsa Tuhan

Awan menaungi manusia dari teriknya panas matahari dan mengguyurkan hujan saat kristal-kristal air tak dapat awan tahan terhadap manusia
Awan kala murka saat gemuruh dan kilat menyambar pada manusia
Manusia yang mulai tamak dan terasuki oleh setan yang menggerogoti hati
Awan nampak putih bagai kapas, menghiasi langit biru bak samudera diatas
Mengangkasa disetiap pikiran dan hasrat manusia yang selalu ingin mengundara

Bumi, lengkap dengan sungai dan gunung yang menghiasinya
Memberikan pohon kala awan sedikit muncul dalam menghalau teriknya matahari
Memberikan sungai saat haus mendera di oase perjalanan hidup
Memberikan kenikmatan yang segala isinya bumi
Namun, memberi banjir saat luapan air tak mampu diawasi dari ketamakan manusia
Memberi tanah longsor dari keserakahan manusia pada perut bumi
Memberi letusan gunung saat manusia lupa bahwasanya ada Sutradara Pengatur Segalanya
Dan memberi petaka dalam manusia dan manusia yang beradu diatas bumi

Semua terjadi karena awan dan bumi disuratkan untuk bersama bumi
Mau atau tidak mau, suka atau tidak suka, mereka beriringan dalam takdir Tuhan untuk menghiasi hidup manusia yang monoton

Gabungan keduanya membentuk sebuah neraca keseimbangan bagi manusia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

the borderline.

have you ever laughed so loud then after the seconds, you felt sad as if you never laugh before? have you ever cried intensively then once...