Senin, 31 Maret 2014

My Super Hero

Bermula dari hari Jumat tanggal 21 Maret mulai nggak enak makan, rasanya tenggorokan mulai ngga beres dan rasanya mau flu. Sempat kepikiran mungkin ketularan teman, soalnya seminggu yang lalu mengantar teman yang sakit flu ke dokter. Tapi salah sendiri juga sih imunnya lagi drop jadi mungkin ketular.
Mau nyalahin jadwal kuliahan yang padet ah, karena ini semua andil dari mereka (jadwal kuliah yang padat itu).
Setiap pagi harus ke Desa Ciwaruga (sudah masuk ke Kab.Bandung Barat) dan harus mewawancarai 30 rumah dengan hal yang sama dan setiap hari. Dikatakan sales, dikatakan peminta sumbangan, yaelah..emang saya ada tampang begitu.
Singkat cerita saya jadi kena flu akut dan kemana-mana membawa tissue.
Dan repotnya ngga ketulungan, makan ngga ada rasanya, hidung ngga bisa cium wangi apa-apa, badan gerah karena selalu merasa panas, pokoknya sakit flu yang katanya sepele tapi annoying banget kalau buat saya.

*Mengibarkan bendera putih*
Asli nyerah.. Udah ngga bisa survive.. Berasa lemah dari berbagai sisi..
Lebay ya saya, tapi itu kerasanya
Semua acara minggu ini di cancel, dan kepaksa minggu depan harus kerja rodi buat nebus ini semua. Walah..

Jumat sore saya memutuskan pulang kerumah dengan langkah  gontai dan kepala pening setelah hampir sebulan tak pulang
Suara sudah parau dan disambut hangat oleh Bapak yang sudah menunggu didepan jalan, saya dan Bapak naik motor menuju ke rumah. Dan lagi-lagi dimarahin Bapak karna setiap pulang pasti sakit. Maaf Pak :(

Melihat anaknya yang terkapar tak berdaya, Ibu memutuskan untuk membawa saya ke dokter. Lama sekali menunggu ELF disisi jalan, karena tempat praktek dokter itu hanya bisa dilewati oleh ELF. Hampir sejam Ibu mematung disisi jalan, sementara saya tak kuat berdiri, duduk di dekat Ibu. Ibu disuruh duduk ngga mau dan setia mematung menunggu ELF. Dan akhirnya yang ditunggu pun datang juga. Kami naik ELF kurang lebih 15 menit.
Tibalah saya dan Ibu di praktek dokter itu, dan pasiennya berjibun. Menunggu lagi. Tapi Ibu dengan antusias mematung didepan ruang praktek dokter, disuruh duduk ngga mau katanya takut kelewat. Sementara saya duduk diruang tunggu sambil menahan sakit.
Lalu saya tiba untuk diperiksa, karena pasiennya banyak, dokternya seperti rusuh ngga jelas, dan pemeriksaan ngga lebiih dari 5 menit lalu diberi obat.
Saat kami hendak pulang, hujan deras turun. Saya dan Ibu tidak membawa payung hanya bisa menunggu hingga hujan reda. Bapak yang khawatir terus menerus menelpon dan menyuruh cepat pulang.
Hingga adzan magrib berkumandang, kami masih di praktek dokter.
Pukul 20.00 kami masih di praktek dokter namun kini kami menunggu di luar, kondisi hujan gerimis dan dingin, tapi Ibu tak mau duduk dan mematung menunggu bis lewat. Lalu Bapak menelpon akan menjemput kami dengan mobil.
Lama tak kunjung datang, handphone Bapak mati tak bisa dihubungi.
Lalu ada angkot yang datang dan bilang akan menuju ke daerah tempat kami tinggal, Ibu kira itu kiriman dari Bapak, kami malah sudah naik angkot itu, namun pas ditanya kenal dengan Bapak Eddy, sang supir mengatakan tidak kenal, karena Ibu adalah Isteri Sholehah, Ibu menyuruh saya turun dari angkot dan tetap menunggu Bapak yang tak kunjung datang itu.
Saya hanya bisa diam menahan sakit di rahang saya, infeksi influenza membuat telinga kanan dan rahang saya ikut kena infeksi, makan ngga bisa, buka mulut ngga bisa, apalagi bicara.
Dan Ibu masih setia menunggu Bapak dibalik rintikan hujan..

Lalu yang kami tunggu itupun datang, Bapak tiba dengan truk.
Ya..akan dijemput dengan mobil itu adalah dengan mobil truk.
Perjuangan Bapak meminjam truk beserta supir tempat Bapak bekerja untuk menjemput kami.
Terharu :')
Dengan sedikit berdesak-desakan, kami naik truk tersebut dibagian depan.
Bapak datang dengan baju basah kuyuk, membuat saya semakin terharu.
Kemudian kami pun sampai, dan kembali berjalan kaki berpeluh banjir setinggi mata kaki dari gang menuju rumah kami, sementara Bapak kembali bersama truk di tempat kerjanya.
Sampailah saya dirumah, langsung berganti baju, makan meski dengan susah payah, serta minum obat.
Hari itu adalah hari dimana saya melihat super hero yang sesungguhnya.
Ibu dan Bapak adalah tokoh yang bisa menyulap hal yang ngga ada bisa jadi ada demi anaknya.
Kerjasama yang sangat bagus dan keren.
Ibu yang dengan gesit membawa anaknya yang sedang sakit, sholehah menuruti apa kata suaminya..
Bapak yang cepat datang membawa turbo truknya dengan keadaan basah kuyuk, semua demi anaknya..
Super hero yang saya lihat biasanya ada di komik dan film, tapi kini ku melihat secara nyata, dari dulu kini hingga sekarang, yaitu Ibu dan Bapak.
Kelak Enno akan bahagiakan Ibu dan Bapak. Kelak Enno akan jadi Ibu yang baik yang bisa menjadi superhero seperti Ibu. Dan suami Enno kelak akan menjadi superhero bagi anak-anak kami nanti :')

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

the borderline.

have you ever laughed so loud then after the seconds, you felt sad as if you never laugh before? have you ever cried intensively then once...