Bermula dari hari
Jumat tanggal 21 Maret mulai nggak enak makan, rasanya tenggorokan mulai ngga
beres dan rasanya mau flu. Sempat kepikiran mungkin ketularan teman, soalnya
seminggu yang lalu mengantar teman yang sakit flu ke dokter. Tapi salah sendiri
juga sih imunnya lagi drop jadi mungkin ketular.
Mau nyalahin jadwal
kuliahan yang padet ah, karena ini semua andil dari mereka (jadwal kuliah yang
padat itu).
Setiap pagi harus ke
Desa Ciwaruga (sudah masuk ke Kab.Bandung Barat) dan harus mewawancarai 30
rumah dengan hal yang sama dan setiap hari. Dikatakan sales, dikatakan peminta
sumbangan, yaelah..emang saya ada tampang begitu.
Singkat cerita saya
jadi kena flu akut dan kemana-mana membawa tissue.
Dan repotnya ngga
ketulungan, makan ngga ada rasanya, hidung ngga bisa cium wangi apa-apa, badan
gerah karena selalu merasa panas, pokoknya sakit flu yang katanya sepele tapi
annoying banget kalau buat saya.
*Mengibarkan bendera
putih*
Asli nyerah.. Udah
ngga bisa survive.. Berasa lemah dari berbagai sisi..
Lebay ya saya, tapi
itu kerasanya
Semua acara minggu
ini di cancel, dan kepaksa minggu depan harus kerja rodi buat nebus ini semua.
Walah..
Jumat sore saya
memutuskan pulang kerumah dengan langkah
gontai dan kepala pening setelah hampir sebulan tak pulang
Suara sudah parau
dan disambut hangat oleh Bapak yang sudah menunggu didepan jalan, saya dan
Bapak naik motor menuju ke rumah. Dan lagi-lagi dimarahin Bapak karna setiap
pulang pasti sakit. Maaf Pak :(
Melihat anaknya yang
terkapar tak berdaya, Ibu memutuskan untuk membawa saya ke dokter. Lama sekali
menunggu ELF disisi jalan, karena tempat praktek dokter itu hanya bisa dilewati
oleh ELF. Hampir sejam Ibu mematung disisi jalan, sementara saya tak kuat berdiri,
duduk di dekat Ibu. Ibu disuruh duduk ngga mau dan setia mematung menunggu ELF.
Dan akhirnya yang ditunggu pun datang juga. Kami naik ELF kurang lebih 15
menit.
Tibalah saya dan Ibu
di praktek dokter itu, dan pasiennya berjibun. Menunggu lagi. Tapi Ibu dengan
antusias mematung didepan ruang praktek dokter, disuruh duduk ngga mau katanya
takut kelewat. Sementara saya duduk diruang tunggu sambil menahan sakit.
Lalu saya tiba untuk
diperiksa, karena pasiennya banyak, dokternya seperti rusuh ngga jelas, dan
pemeriksaan ngga lebiih dari 5 menit lalu diberi obat.
Saat kami hendak
pulang, hujan deras turun. Saya dan Ibu tidak membawa payung hanya bisa
menunggu hingga hujan reda. Bapak yang khawatir terus menerus menelpon dan
menyuruh cepat pulang.
Hingga adzan magrib
berkumandang, kami masih di praktek dokter.
Pukul 20.00 kami
masih di praktek dokter namun kini kami menunggu di luar, kondisi hujan gerimis
dan dingin, tapi Ibu tak mau duduk dan mematung menunggu bis lewat. Lalu Bapak
menelpon akan menjemput kami dengan mobil.
Lama tak kunjung
datang, handphone Bapak mati tak bisa dihubungi.
Lalu ada angkot yang
datang dan bilang akan menuju ke daerah tempat kami tinggal, Ibu kira itu
kiriman dari Bapak, kami malah sudah naik angkot itu, namun pas ditanya kenal
dengan Bapak Eddy, sang supir mengatakan tidak kenal, karena Ibu adalah Isteri
Sholehah, Ibu menyuruh saya turun dari angkot dan tetap menunggu Bapak yang tak
kunjung datang itu.
Saya hanya bisa diam
menahan sakit di rahang saya, infeksi influenza membuat telinga kanan dan
rahang saya ikut kena infeksi, makan ngga bisa, buka mulut ngga bisa, apalagi
bicara.
Dan Ibu masih setia
menunggu Bapak dibalik rintikan hujan..
Lalu yang kami
tunggu itupun datang, Bapak tiba dengan truk.
Ya..akan dijemput
dengan mobil itu adalah dengan mobil truk.
Perjuangan Bapak
meminjam truk beserta supir tempat Bapak bekerja untuk menjemput kami.
Terharu :')
Dengan sedikit
berdesak-desakan, kami naik truk tersebut dibagian depan.
Bapak datang dengan
baju basah kuyuk, membuat saya semakin terharu.
Kemudian kami pun
sampai, dan kembali berjalan kaki berpeluh banjir setinggi mata kaki dari gang
menuju rumah kami, sementara Bapak kembali bersama truk di tempat kerjanya.
Sampailah saya
dirumah, langsung berganti baju, makan meski dengan susah payah, serta minum
obat.
Hari itu adalah hari
dimana saya melihat super hero yang sesungguhnya.
Ibu dan Bapak adalah
tokoh yang bisa menyulap hal yang ngga ada bisa jadi ada demi anaknya.
Kerjasama yang
sangat bagus dan keren.
Ibu yang dengan
gesit membawa anaknya yang sedang sakit, sholehah menuruti apa kata suaminya..
Bapak yang cepat
datang membawa turbo truknya dengan keadaan basah kuyuk, semua demi anaknya..
Super hero yang saya
lihat biasanya ada di komik dan film, tapi kini ku melihat secara nyata, dari
dulu kini hingga sekarang, yaitu Ibu dan Bapak.
Kelak Enno akan
bahagiakan Ibu dan Bapak. Kelak Enno akan jadi Ibu yang baik yang bisa menjadi
superhero seperti Ibu. Dan suami Enno kelak akan menjadi superhero bagi
anak-anak kami nanti :')
Tidak ada komentar:
Posting Komentar