Ada hal yang
bergelayut di mataku setiap kali aku bangun tidur di pagi hari
Bukan hanya karena
rasa kantuk masih membebani pelupuk mata, namun karena aku tahu hari ini aku
masih bisa terbangun di pagi hari, masih melihat matahari terbit, dan menapaki
diri bahwa ini adalah hari ini yang kemarin ku sebut 'esok'.
Kemarin aku begitu
takut.
Sangat amat takut
pada apa yang ku sebut 'esok'
Mengapa? Entahlah
mungkin karena ku pun tak tahu apakah aku masih dapat melihat matahari terbit
atau bahkan sekedar tertawa di hari esok.
Aku tak bisa
memperkirakan apapun.
Setiap hari seperti
itu, aku selalu merasa takut karena diriku hanya seperti ini saja.
Lantas untuk apa ada
esok jika ku tak menjadi lebih baik dari kemarin.
Sehingga ku selalu
berpikir jika begini saja terus atau malah menjadi lebih buruk, lebih baik
hentikan saja aku pada hari itu, tak usahlah bertemu esok.
Setiap malam aku
selalu takut.
Malam adalah
peralihan untuk menjadi pagi.
Dan pagi adalah esok
yang kemarin aku takutkan.
Karena selalu
seperti itu, bahkan ketika badan lelah pun, pikiran ini masih mengudara
memikirkan rasa takut ini, hingga berkali kalah dan malah terjaga hingga hari
esok berubah menjadi hari ini.
Aku takut bertemu
esok.
Aku takut menghadapi
esok yang tak sesuai dengan keinginanku.
Aku takut menghadapi
kenyataan di hari esok.
Meski ya ku tinggal
menghadapinya saja, namun ku takut.
Sebenarnya ku hanya
pecundang yang selalu meminta akhiri saja aku di hari ini.
Aku tak pantas
diberi waktu sampai besok.
Tak dikabulkan
hingga memilih jalan pendek.
Padahal seharusnya
aku senang karena selalu diberi kesempatan untuk memperbaiki.
Termakan rasa takut
hingga akhirnya tak pernah menjadi lebih baik atau malah menjadi lebih buruk.
Ah sial kan, selalu
saja ketika menuliskan hal pesimis, selalu ada kalimat optimisnya, dan malah
sok menceramahi ujungnya.
Sudah begitu adanya,
jadi tinggal dilakukan saja sekarang.
Bahwa kamu harus
berhenti untuk takut dan jalani serta perbaiki atas waktu dan kesempatan yang
telah diberikan, jangan sia-siakan.
Sebab kamu tidak
tahu saat dimana kamu ingin bertemu esok, namun ternyata waktumu hanya sampai
hari ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar