Selasa, 13 Maret 2018

Takut Bertemu Esok


Ada hal yang bergelayut di mataku setiap kali aku bangun tidur di pagi hari
Bukan hanya karena rasa kantuk masih membebani pelupuk mata, namun karena aku tahu hari ini aku masih bisa terbangun di pagi hari, masih melihat matahari terbit, dan menapaki diri bahwa ini adalah hari ini yang kemarin ku sebut  'esok'.

Kemarin aku begitu takut.
Sangat amat takut pada apa yang ku sebut 'esok'
Mengapa? Entahlah mungkin karena ku pun tak tahu apakah aku masih dapat melihat matahari terbit atau bahkan sekedar tertawa di hari esok.
Aku tak bisa memperkirakan apapun.
Setiap hari seperti itu, aku selalu merasa takut karena diriku hanya seperti ini saja.
Lantas untuk apa ada esok jika ku tak menjadi lebih baik dari kemarin.
Sehingga ku selalu berpikir jika begini saja terus atau malah menjadi lebih buruk, lebih baik hentikan saja aku pada hari itu, tak usahlah bertemu esok.

Setiap malam aku selalu takut.
Malam adalah peralihan untuk menjadi pagi.
Dan pagi adalah esok yang kemarin aku takutkan.
Karena selalu seperti itu, bahkan ketika badan lelah pun, pikiran ini masih mengudara memikirkan rasa takut ini, hingga berkali kalah dan malah terjaga hingga hari esok berubah menjadi hari ini.

Aku takut bertemu esok.
Aku takut menghadapi esok yang tak sesuai dengan keinginanku.
Aku takut menghadapi kenyataan di hari esok.
Meski ya ku tinggal menghadapinya saja, namun ku takut.
Sebenarnya ku hanya pecundang yang selalu meminta akhiri saja aku di hari ini.
Aku tak pantas diberi waktu sampai besok.
Tak dikabulkan hingga memilih jalan pendek.
Padahal seharusnya aku senang karena selalu diberi kesempatan untuk memperbaiki.
Termakan rasa takut hingga akhirnya tak pernah menjadi lebih baik atau malah menjadi lebih buruk.

Ah sial kan, selalu saja ketika menuliskan hal pesimis, selalu ada kalimat optimisnya, dan malah sok menceramahi ujungnya.
Sudah begitu adanya, jadi tinggal dilakukan saja sekarang.
Bahwa kamu harus berhenti untuk takut dan jalani serta perbaiki atas waktu dan kesempatan yang telah diberikan, jangan sia-siakan.
Sebab kamu tidak tahu saat dimana kamu ingin bertemu esok, namun ternyata waktumu hanya sampai hari ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

the borderline.

have you ever laughed so loud then after the seconds, you felt sad as if you never laugh before? have you ever cried intensively then once...