Jumat, 02 September 2016

Mimpi Yang Menyakitkan


Dibawah jalanan yang sepi, langkahku terhenti
Lemas sekali tungkai kakiku hingga rasanya tak dapat lagi melangkah
Ini terlalu berat, Tuhan
Sangat berat bahkan seakan tak bisa lagi ditahan
Dan tak dapat dibagi pada siapapun

Mengapa Engkau beri keinginan ini dan mengabulkannya?
Justru rasa sakit ini makin menjadi bahkan lebih sakit daripada ketika Engkau tak mengabulkannya
Lagi-lagi ku mengeluh, bukannya berterimakasih
Manusia macamku ini memang seharusnya tak Kau kasihi
Tak seharusnya Kau kabulkan keinginannya yang bahkan sangat mustahil
Meski bagiMu tak ada yang mustahil
Maafkan aku, Tuhan
Aku memang kurang bahkan sangat kurang religius
Tetapi aku sangat berterimakasih dan begitu teramat terharu ketika Kau mengabulkan mimpi yang bahkan sampai detik ini begitu sulit ku pertanggungjawabkan
Langkah ini mulai goyah dan terkulai

Sudahlah, berhenti menjadi manusia paling menderita di dunia ini
Semua pasti mempunyai kesulitan sendiri yang tak semua orang tahu
Semua pasti mempunyai rasa sakit sendiri yang disembunyikan
Lalu, kebiasaan burukmu datang
Lari..
Ya, lari dan bersembunyi bukannya menyelesaikan
Tetapi ku terlalu lelah untuk terus berpikir solusi  ini sendiri
Aku ingin bercerita tetapi kepada siapa
Hanya kepada tulisan ini ku begitu jujur
Tak semua bisa ku tertawakan dan bersikap tak terjadi apa-apa
Namun saat sendiri, semua sakit ini menyerang secara brutal tanpa bisa ku tahan

Tuhan, kembali ku memanggil-Mu
Mudahkanlah jalan ini, Tuhan
Mimpi yang menyakitkan yang telah Kau kabulkan, aku mohon jangan terlalu dipersulit bahkan aku teramat takut kehilangan akal dan lari dari semua ini
Ini begitu indah, Tuhan, ini adalah keinginan ku terdalam yang begitu indah kau kabulkan
Mungkin permintaanku ini terlalu kurang ajar, setelah Kau begitu baik hati mengabulkannya dan sekarang aku meminta jangan dipersulit
Maafkan aku, Tuhan, aku sungguh tak ingin menyerah
Aku tak tahu batas ini sampai mana aku dapat bertahan
Dan aku tak bisa mengubur mimpi yang sudah kadung ku jalani
Aku tak dapat mundur, Tuhan
Ku lebih rela mati jika memang ini tak dapat dilanjutkan
Biarlah ku dikatakan pecundang, setidaknya ku pernah sangat berjuang bahkan hingga ku menyampingkan rasa malu dan digdaya yang selama ini ku pegang
Tetapi itu dosa besar, dan tak termaafkan oleh-Mu

Maka,
Jika memang batas ini sudah sampai akhir yang tak bisa ditahan
Hentikan detak ini, dan berikan kepada mereka yang yang masih ingin bertahan dan bertanggung jawab pada mimpinya yang indah
Aku tak apa-apa, dengan-Mu sudah mengabulkannya aku sudah sangat bahagia
Meski tak dapat sampai akhir ku bahagia, tetapi akan selalu aku ingat kebahagiaan ini
Namun,
Jika masih ada harapan, maka permudahlah, Tuhan
Lihat, bahkan sampai titik keputusasaan ini, aku masih berharap  dan tetap berjuang demi mimpi yang menyakitkan ini, mimpi yang sangat sakit namun menyimpan sejuta kebahagiaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

the borderline.

have you ever laughed so loud then after the seconds, you felt sad as if you never laugh before? have you ever cried intensively then once...