Rabu, 12 Agustus 2015

Wanita Seutuhnya

Diam sejenak memikirkan arti dari judul tulisan ini.
Ya, wanita seutuhnya.
Seperti apakah itu?

Apakah seseorang berjenis kelamin perempuan yang sudah berusia diatas 20tahun?
Bukan perempuan, tetapi wanita. Kesannya seperti dewasa ya. Entah dewasa dalam segi usia atau pemikiran.
Jika memang usia menjadi patokan untuk mendapat titel "wanita", maka saya sudah masuk kriteria tersebut.
Kalau dari segi pemikiran mungkin masih terlalu jauh untuk dikatakan wanita.

Apakah seseorang (berjenis kelamin perempuan) yang memakai rok dan sepatu hak tinggi?
Bukan seseorang yang memakai tas ransel dan sepatu keds?
Berarti saya tidak termasuk wanita.

Apakah seseorang yang berbicara pelan, anggun, dengan senyum merebak, pipi merona oleh blush on, kelopak bercahaya oleh eyes shadow dengan balutan eyeliner diatasnya, dan bibir merah oleh lipstik, itukah wanita?
Ini masih berbicara yang berkelamin perempuan ya baik di KTP maupun diakui oleh masyarakat.
Saya? Di bedak pun jarang sekali.

Lalu saya ini apa? Perempuan yang belum menyandang status wanita?
Kemana-mana memakai celana jeans belel yang dicuci kalau ingat (wow..), tas ransel, sepatu keds yang dibeli dari jerih payah kerja sebulan demi merk, memakai jaket bukan cardigans, duduk bersila, berbicara keras dan cepat, senang "memukul" teman (ini kalau udah akrab banget ya, haha), dan polos tanpa make up.
Ini jelas bukan wanita banget.
Apalagi wanita seutuhnya.
Jika dan hanya jika kriteria wanita seperti yang ditulis diatas.

Seseorang pernah berkata, "Jadilah wanita seutuhnya versi dirimu".
Ini yang tambah bingung.
Kalau jadi seperti ini ya jelas bukan wanita seutuhnya tapi wanita tomboy.
Atau mungkin menjadi wanita seutuhnya sesuai "pakem" yang ada, kemudian sedikit improvisasi dan sentuhan kreatifitas mengubahnya menjadi versi saya sendiri?

Hmm...diam (lagi) sejenak untuk berpikir.
Perlu diketahui bahwa menjadi "wanita seutuhnya" sudah masuk list resolusi tahun ini lho.
Dan sudah setengah tahun lebih, sudahkah menampakan perubahan?
Mungkin tidak signifikan, tetapi Step By Step seperti judul lagu New Kidz On The Block. Ya menurut pepatah jawa, "alon-alon asal klakon". (Ini alasan buat prokrastinasi mungkin, haha)

Yups, Enno. Jadilah wanita seutuhnya versi dirimu.
Kapan deadline-nya? Doain aja 😁😁

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

the borderline.

have you ever laughed so loud then after the seconds, you felt sad as if you never laugh before? have you ever cried intensively then once...