Disebuah kamar bernuansa hijau dari mulai dinding, sprei yang melapisi kasur tipisnya, hingga sebuah boneka besar berkumis kesayangannya pun didominasi hijau.
Hijau adalah warna yang menenangkan, baginya. Tidak hanya sekedar warna kesukaan. Tetapi malah lebih memberikan efek "sedasi" padanya.
Dia yang meletup-letup seperti gunung berapi yang kapan saja bisa menyemburkan lava didalamnya, seketika begitu tenang jika berada didalamnya.
Tempat yang dingin dengan sejuta keheningan.
Tempat yang dibentengi dinding yang tak pernah lelah mendengar setiap celotehannya tentang ketidakadilan dunia kepadanya.
Tempat dengan sejuta tissue bertebaran dilantai jika suara saja tak mampu menjelaskan segalanya.
Tempat dengan segala kebisuan yang menatap sendu ketika dia mengerang kesakitan sendirian tanpa ada seorang pun tahu.
Tapi dia begitu jujur kepadanya.
Dia mencurahkan segalanya.
Karena dia tak pernah merasa jenuh mendengarkan cerita yang melulu itu-itu saja.
Dia memang tak pernah memberi pundak saat sedih datang.
Tak pernah ikut tertawa ketika melihat gerakan yang aneh serta gimik-gimik naskah yang selalu dia perankan.
Dan selalu ada.
Itu yang pasti.
Lelah selalu berujung disini.
Tidur dan kembali menatap langit-langit kamar.
Menatap sendu, kosong, dan hampa.
Tetapi dia ada dan selalu ada.
Tanpa mengeluh balik.
Apa karena dia hanya benda mati?
Bukan, dia adalah taman dengan sejuta ketenangan yang selalu tertutup, takkan dibiarkan terbuka kecuali atas keinginannya.
Selasa, 05 Mei 2015
Kamar Hijau
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
the borderline.
have you ever laughed so loud then after the seconds, you felt sad as if you never laugh before? have you ever cried intensively then once...
-
Memasuki dimensi hijau dengan bertemankan Luigi Menutup pintu dan jendela dan pejamkan mata lalu tutup indera pendengaran dengan musik...
-
"Don’t be afraid, it's okay if you fall down When you feel down, you can take a rest for a while" Aku menghela nafas...
-
Suatu hari ayahnya menghadiahinya sebuah cermin. Panjangnya sekitar 80cm dengan lebar yang entah berapa krna tak dapat dikira-kira! Sederh...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar