Rabu, 16 Januari 2013

My Over Protected Mom


Rasa terkekang itu pasti sering dirasakan oleh seorang anak yang terpasung berbagai aturan oleh orang tuanya sendiri. Over Protected dan menganggap dunia luar tak baik untuk dirimu.
Sejak kecil, saya tak pernah bermain dengan teman sebaya. Doktrin Ibu terlalu kuat.
Kalau ada yang kerumah ajak main, Ibu selalu bilang " Ennonya lagi tidur, lain kali saja maennya , ya.." atau "Ennonya lagi belajar,besok kan ulangan"
Padahal waktu itu saya  tak lagi tidur dan sedang menonton TV.
Disekolah, Ibu selalu bawakan makan dan minum dari rumah. Lalu Ibu bilang "Nanti kalau ada teman yang minta minum jangan dikasih, bakteri kuman dari mereka nanti masuk ke kamu. Nanti kamu sakit"
Saya menurut saja. Alhasil, saya dijuluki si pelit. Dan teman-teman menjauhi saya. Hingga puncaknya dikelas 4 SD saya di bullying abis-abisan oleh teman-teman saya.
Disebut pelit air, saya ranking 1 karena orang tua saya nyogok ke guru -Ibu saya dekat dengan para guru, disinyalir ada tindakan suap (WEIRD)-
Sungguh saya sakit hati dan saya hanya bisa diam, mereka mengancam akan menantang saya karena kakak-kakak mereka jauh lebih tua dari pada kakak saya, kakak mereka sudah SMA, kuliah bahkan sudah berkeluarga. Sementara kakak saya baru duduk di kelas 2 SMP.
Saya tak melawan. Lalu saya bilang ke Ibu.
Ibu hanya mengatakan "Yasudah, tak usah capek-capek lawan mereka. Mereka hanya sirik. Anak Ibu ini memang pintar kok, jadi ngapain Ibu nyogok, hahaha" Ujar Ibu sambil tertawa renyah.
Entah kenapa kata-kata Ibu itu menyejukkan.

Dari sana saya tahu bahwa hal yang dilakukan Ibu itu benar dan tepat.
Tak apa tak mempunyai teman juga kalau hanya memperdaya dan membuat saya menjadi anak nakal.
Ibu tak pernah secara eksplisit mengatakan maksud beliau apa mengatakan hal tersebut.
Namun pada akhirnya saya tahu sendiri apa manfaatnya itu semua.
Kadang harus merasa tersiksa terlebih dahulu untuk sebuah kebaikkan.
Masa lalu yang menyakitkan tinggalkan saja, I'm new born strong woman ever :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

the borderline.

have you ever laughed so loud then after the seconds, you felt sad as if you never laugh before? have you ever cried intensively then once...